tentang gempa jabar dan sumbar dan gempa-gempa yang lain

>> Monday, October 12, 2009


courtesy : http://www.ppk.or.id/

bismillah

gempa memang suatu peristiwa alam yang jelas bisa diterangkan secara ilmiah. beberapa orang yang merasa cukup dengan teori-teori ilmiah yang mereka pahami mengatakan bahwa gempa hanyalah sebatas peristiwa alam saja, dan menjadi lucu apabila dikaitkan dengan hal-hal yang berbau spiritual, misalnya mengatakan bahwa gempa itu adalah azab atau takdir.

ya, bagi para 'alim, mereka bak orang bodoh yang tidak tahu bahwa teori ilmiah itu tidak terjadi begitu saja atau semata-mata karakteristik alam yang memang begitu adanya, tetapi adalah kehendak Allah Subhanahu Wata'ala. adanya hukum gravitasi, elektromagnet, atau hukum apapun di dunia ini, yang sudah diketahui maupun yang belum, semuanya adalah kehendak Allah Subhanahu Wata'ala, semua adalah ketentuan dari-Nya.

dan sungguh dengan kehendak-Nya lah, Ia mengazab dan memberi nikmat kepada siapa pun yang Ia Kehendaki.

mari kita dengarkan ceramah Al Ustadz Muhammad bin 'Umar As-Sewed tentang "menambah keimanan saat musibah menimpa". Taushiah umum yang disampaikan di masjid agung bantul kepada kaum muslimin yogyakarta, khususnya bantul, pasca musibah gempa bumi yogyakarta. semoga kita dapat mengambil manfaat.

Read more...

north aglik sudah mendapat kompor gas program konversi

>> Monday, September 7, 2009


di akhir masa pemerintahannya, presiden SBY dan wakil presiden JK menginisiasi program konversi minyak tanah ke gas dan akhirnya program konversi itu menjamah desa saya. kira-kira, desa saya menerima satu set kompor gas (lengkap dengan regulator dan tabung gas isi 3 kg) pada hari-hari menjelang puasa.

beberapa hari setelah kompor gas itu kami terima, ibu saya langsung memakainya untuk menggoreng kacang tanah dan kacang mete untuk dijual sebagai camilan lebaran. nyala apinya bagus...

namun, di antara rasa terima kasih kami atas pembagian kompor gas ini, terbesit kekaguman luar biasa karena kebijakan pemerintah ini adalah upaya yang sungguh-sungguh dari pemerintah untuk menyalurkan anggaran yang sejatinya adalah uang rakyat agar dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya secara langsung oleh rakyat itu sendiri. kita sendiri telah melihat berbagai faidah di balik program konversi ini, anggaran negara tidak banyak tersedot untuk subsidi minyak tanah, sehingga bisa disalurkan untuk sektor lainnya. di samping itu, juga penggunaan kompor gas ini sepertinya lebih bersih dari kompor minyak.

ya, semoga kita termasuk orang-orang yang bersyukur dan menaati ulil 'amr.

Read more...

pohon nanasku berbuah lagi



salah satu kegemaran saya adalah berkebun. di halaman belakang rumah saya, saya menanam pohon nanas dan mangga--dulu, sempat ada durian dan alpukat, tetapi mati. pohon nanas dan mangga itu saya tanam kira-kira ketika sma. pohon mangganya satu, masih remaja, dan belum berbuah. pohon nanasnya 3, pernah berbuah sekali--pohon nanas yang ketiga malah berasal dari buah yang saya petik pertama kali itu.

karena saya lebih sering tinggal di jogja dua tahun belakangan ini, pohon-pohon di kebun saya jarang saya sirami. namun, buah nanas yang saya petik pertama kali dahulu rasanya lumayan manis, walaupun waktu berbuahnya lama sekali. mungkin ini karena saya jarang menyiraminya.

mengapa saya suka berkebun? pertanyaan yang nggak penting memamg dan siapa sih yang mau tahu. namun, bagi saya pertanyaan ini ternyata bukanlah hal sepele. paling tidak, telah menjadi semacam suatu harapan atau target bagi saya untuk mengetahui mengapa saya melakukan sesuatu tak peduli seberapa remeh sesuatu itu. repot sih, tetapi jelas.

berkebun di mata saya terkesan sangat segar, entah dengan warna dedaunannya yang hijau, atau butiran-butiran embun yang menempel di atasnya, atau rasa teduh di rimbunnya daun, atau warna kuncup daun muda yang selalu dinanti... dan cukup penting juga untuk menyebutkan bahwa berkebun dapat meredakan efek global warming!!!

ya... ayo berkebun!!!

Read more...

i go open source part III

>> Thursday, August 20, 2009

libur panjang semester genap ini, saya berhasil merampungkan menulis 3 program permainan berbasis teks dalam bahasa C: PuZzLe GeSeR, Asy Syuddoqu, dan Java's Chess. PuZzLe GeSeR terinspirasi dari permainan demo di Matlab di mana pemain menggeser-geser angka-angka yang tersusun acak menjadi terurut kembali dengan urutan dari kecil ke besar. Asy Syuddoqu adalah permainan sudoku level pemula yang hanya menyertakan 362880 kombinasi (dari miliaran kombinasi yang ada). Java's Chess adalah permainan catur jawa atau tic tac toe berukuran 3x3.

walaupun permainannya masih berbasis teks (bukan berbasis grafis) dan saya melakukan coding sekadar untuk "kill the time" dalam hari-hari menjelang usia 20 tahun, permainan ini sudah bisa dimainkan dengan cukup nyaman. namun demikian, tentu saja masih terdapat beberapa kekurangan dalam penulisan program, mungkin dari algoritma atau penghematan memori. oh ya, kedua program permainan ini saya lisensikan di bawah GPL versi 3. bagi yang tertarik meminta kode sumbernya, silakan kirim email permohonan ke bagusbpg@mail.te.ugm.ac.id.

saya nasehatkan kepada penggemar permainan, permainan apa saja, jangan terlalu asyik bermain, waktu kita lebih berpeluang untuk hanya akan terbuang sia-sia... percayalah!

Read more...

salut untuk PNPM-MP part I

>> Sunday, July 26, 2009



akhir-akhir ini, saya menyadari sesuatu yang sepertinya jarang terlintas di benak kebanyakan orang, bahwa pemerintah kita telah dengan begitu briliannya mencetuskan program kreatif yang membawa lebih banyak kemanfaatan yang tak terkira nilainya bagi masyarakat dibandingkan program-protram lainnya yang pernah ada sebelumnya. saya kira saya tidak berlebih-lebihan dalam hal ini, saya akui pnpm-mp adalah karya jenius pemerintah untuk menginisiasi pembangunan moral dan fisik dari akarnya, dari muaranya: di desa-desa.

ya, seakan-akan saya tidak ingin berhenti memuji pemerintah akan program cemerlang ini. mau bagaimana lagi? memang harus diakui, program ini memberikan banyak manfaat, seperti:
1. mendidik masyarakat bawah mengorganisasi suatu proyek pembangunan infrastruktur umum, mulai dari merencanakan, melaksanakan, mempertanggungjawabkan, dan tentu saja memeliharanya
2. menyalurkan dengan lebih adil dan merata anggaran nasional yang sejatinya juga berasal dari uang rakyat (yang berasal dari pajak dan yang sejenis dengannya)
3. merekatkan kembali tali silaturahmi antarwarga melalui kerjabakti-kerjabakti, gotongroyong-gotongroyong intensif.
4. menggairahkan kembali seni bermasyarakat, tentang bagaimana cara memahami orang lain, mengendalikan perasaan, dll

lho kok bisa? memangnya seperti apa pnpm-mp itu? pnpm-mp adalah kepanjangan dari program nasional pemberdayaan masyarakat mandiri pedesaan. boleh dibilang program ini adalah metamorfosis selanjutnya dari blt, bantuan langsung tunai. jika blt adalah ulat, maka pnpm-mp adalah kupu-kupu. jika blt ibarat memberi ikan pada nelayan, pnpm-mp ibarat memberi kail dan umpan ketimbang ikan.

untuk pemerintah: excellent!!!

BERSAMBUNG

Read more...

D4=S1, teruskan perjuangan kami!!!

>> Saturday, June 27, 2009



ya, kontes robot indonesia, kontes robot cerdas indonesia, dan kontes robot seni indonesia 2009 tingkat nasional telah berakhir minggu, 14 juni kemarin. yang terbaik perjuangannya telah mendapatkan haknya untuk menjadi juara. namun, di antara sekian juara, yang paling istimewa bagi saya adalah D4=S1, juara KR1 2009. bukan hanya karena robotnya yang canggih atau suporternya yang superkompak. dengan juaranya robot wakil PENS ini, semakin mengukuhkan tradisi juara yang sudah dibangun PENS sejak KRI diselenggarakan pertama kali. aura juara bertahan yang sulit terkalahkan memancar dari tim robot PENS sampai-sampai saya yang anak ketenagaan bermimpi jadi tim robot dan berhasrat memutus track record itu... huh...

untungnya, di kontes robot kali ini, saya bukan sebagai pengamat saja, alhamdulillah saya ditakdirkan untuk membantu dikti mengurusi pembuatan lapangan bertanding kontes robot, dan kebetulan yang saya tangani adalah lapangan expert battle. ups kok ngelantur... kembali ke D4=S1: ya, sekarang saya hanya bisa berkata... D4=S1, selamat berjuang di tokyo, semoga juara dunia adalah hak Indonesia...

Read more...

berkunjung ke PLTP kamojang...

>> Friday, May 29, 2009


ini adalah kunjungan lapangan pertama saya sebagai mahasiswa elektro. dan alhamdulillah, kunjungan pertama itu begitu luar biasa berkesan karena tempat yang dikunjungi adalah world class geothermal powerplant sekaligus pusat listrik tenaga panas bumi terbesar di indonesia, pltp kamojang. di mata saya, kamojang memang begitu mempesona layaknya mojang bandung... halah... terletak di pegunungan di daerah garut, dengan udara yang sejuk dan pemandangan khas pegunungan yang hijau lagi terasing*, siapa pun mungkin tak menyangka bahwa di sana terdapat pusat listrik sebesar itu. memang sih, dari bawah sudah kelihatan menara-menara saluran transmisi 150 kV berseliweran menyusuri pegunungan**.
*)namun, setelah pltp kamojang dibangun, sebagai bentuk corporate social responsibility dari Indonesia Power dan Pertamina sebagai pengembang usaha pltp di kamojang, daerah pegunungan itu menjadi tidak terasing lagi... ada menara BTS, jalan beraspal, pokoknya sip lah...
**)inilah salah satu alasan perlunya saluran transmisi ketika suatu pusat listrik terletak jauh dari beban (konsumen). mengapa pltp biasanya terletak jauh dari beban? karena "bahan bakar" pltp (panas bumi) tidak bisa dikirim terlalu jauh dari sumbernya, sehingga pltp harus mengalah dan mendekat ke sumber panas bumi tersebut, yang kebanyakan adalah kawah pegunungan, bukannya mendekat ke baban di kota.

ya, kita bersyukur bahwa potensi panas bumi kita sungguh melimpah, konon katanya, total potensi mencapai 33 GW, dan baru 1 GW yang termanfaatkan***. panas bumi memang bisa diakses dari mana saja, dari kutub utara atau selatan pun tetap bisa, asalkan kita bisa mengebor kulit bumi sedalam yang kita butuhkan untuk bisa mengakses panas bumi tersebut. beruntungnya kita, indonesia terletak di dalam ring of fire sehingga kita dimudahkan untuk mengakses energi panas bumi ini dari kawah-kawah di gunung-gunung. pltp kamojang sendiri terdiri dari beberapa subunit: kamojang, salak, dan darajat. semuanya di pegunungan. yang saya kunjungi adalah subunit kamojang. di sana ada 3 generator milik Indonesia Power, 1x30 MW dan 2x55 MW. juga ada generator lain milik Pertamina (swasta), tetapi saya tidak berkesempatan mengunjunginya. selain itu, saya juga berkesempatan melihat dari dekat gardu induk kamojang, mengamati betapa besarnya transformator di gardu induk, mendengarkan suara dengunan generator dan transformator. sungguh pengalaman baru exciting dan mengasyikkan.
***)lihat di sini

tidak semua potensi panas bumi di kamojang dimanfaatkan sebagai "bahan bakar" pltp. ini karena uap kering sebagai perwujudan energi panas bumi di kamojang, tidak semuanya memenuhi kualitas yang dibutuhkan**** untuk memutar generator dan membangkitkan listrik. oleh karena itu, beberapa kawah alami dan kawah buatan di kamojang yang "tidak memenuhi syarat" seperti itu dijadikan objek wisata sekadar untuk memberi tahu kepada pengunjung bahwa sumber panas bumi kamojang memang benar-benar HOT... jadi jangan main-main. sungai yang mengeluarakan asap, kubangan air yang mengeluarkan asap... jangan diobok-obok... bisa-bisa tangan atau kakimu melepuh. bahkan air untuk wudhu pun jadi hangat, padahal waktu itu udara pegunungan cukup dingin.
****)seperti tekanan, suhu, kandungan kimia, dsb.

Read more...

ada apa dengan perbaikan faktor daya part IV

>> Monday, April 20, 2009

contnued from part III

dilemakah ini? di satu sisi kita tidak memakai daya imajiner, tetapi di sisi lain kita membutuhkan perannya. jelas bahwa proporsi daya imajiner yang terlalu besar untuk daya kompleks yang dikirim, adalah hal yang buruk karena berarti semakin sedikit daya aktif atau energi yang kita dapatkan. namun, beruntungnya ini bukanlah suatu dilema. lho?

masih ingat bahwa daya imajiner muncul dalam dua keadaan? pertama adalah arus yang mendahului tegangan, kedua adalah tegangan yang mendahului arus. dua hal yang bertentangan, tetapi sama-sama dikaitkan dengan daya imajiner. aneh memang. namun, keanehan ini justru menjadi anugrah bagi kita. maksudnya? secara tidak langsung, kita dituntun pada kenyataan penting lainnya bahwa daya imajiner itu sendiri mempunyai dua bentuk, yang pertama adalah ketika arus mendahului tegangan, dan yang kedua ketika tegangan mendahului arus. lalu?

anggap bahwa kita sedang menghadapi dua rangkaian yang dikaitkan dengan adanya daya imajiner. yang pertama adalah rangkaian induktif. kita ingat bahwa pada rangkaian seperti itu, tegangan mendahului arus, dan katakanlah misalnya selisih fasenya adalah a. yang kedua adalah rangkaian kapasitif, di mana arus mendahului tegangan dengan selisih fase b. pertanyaannya adalah, apa yang akan terjadi jika kedua rangkaian itu digabung? manakah yang muncul terlebih dahulu, arus atau tegangan? mungkin mudah sekali ditebak bahwa selisih fase antara tegangan dan arus pada rangkaian gabungan tadi akan menjadi a-b. maka, nilai a-b bisa positif, negatif, atau nol, tergantung besar a dan b. jika bb, tegangan mendahului arus. jika a=b, arus dan tegangan menjadi sefase, yang berarti rangkaian gabungan itu tidak lagi bersifat kapasitif maupun induktif, melainkan telah menjadi rangkaian resistif! dan ternyata tebakan ini tidaklah salah.

tebakan yang terbukti benar di atas menyarankan bahwa daya imajiner yang dikaitkan dengan beban kapasitif cenderung saling meniadakan dengan daya imajiner yang dikaitkan dengan beban induktif. kita tidak mengatakan bahwa daya imajiner menjadi nol* ketika a=b, melainkan kita mengatakan bahwa daya imajiner telah terkompensasi. untuk menerangkan hal ini, kita menyebut bahwa induktor menarik daya imajiner, sedangkan kapasitor memberikan daya imajiner, sesuai dengan sifat salaing meniadakan tadi. mengapa "menarik" dan mengapa "memberikan", tidaklah begitu penting. yang perlu diingat adalah bahwa mereka saling meniadakan.
*)pada keadaan itu, medan listrik tetap ada di dalam kapasitor, begitu juga dengan medan magnet di dalam induktor. boleh dikatakan bahwa kapasitor "bermain lempar tangkap" energi listrik dengan induktor, artinya energi listrik yang tersimpan sebagai medan listrik di dalam kapasitor dikirim ke induktor untuk disimpan sebagai medan magnet, selanjutnya dari induktor dikembalikan lagi ke kapasitor, dan begitu seterusnya.

artinya kita tetap bisa menghadirkan peran daya imajiner, tetapi dengan mengkompensasinya, seolah-olah kita mendapati bahwa 100% dari daya kompleks muncul sebagai daya aktif. dan kita baru saja melakukan perbaikan faktor daya!

TAMAT

Read more...

ada apa dengan perbaikan faktor daya part III

continued from part II

lalu, apa yang menjadi masalah? lampu yang berpijar, penanak nasi, kipas angin, mesin cuci, semuanya menyerap energi listrik dan menyediakan energi yang kita butuhkan. lampu menyediakan cahaya, penanak nasi menyediakan panas, kipas angin menyediakan angin, mesin cuci menyediakan putaran. cahaya, panas, angin, dan putaran tersebut tidaklah disimpan, mereka dipakai dan tidak akan pernah dikembalikan lagi ke sumber*. di sini menjadi jelas bahwa, kita menginginkan daya aktif, daya yang bisa kita pakai, bukan untuk disimpan sebagaimana daya imajiner.
*)walaupun proses sebaliknya adalah mungkin untuk dilakukan (dan pada kenyataannya proses yang demikian memang sudah ada/terwujud), yaitu misalnya mengubah energi angin menjadi listrik, kita tidak menyebutnya sebagai penyimpanan energi listrik dalam energi angin. penyimpanan energi yang kita maksudkan adalah dalam medan listrik pada kapasitor maupun medan magner pada induktor.

untuk suatu faktor daya tertentu, semakin besar daya aktif yang kita butuhkan, semakin besar pula daya imajiner yang muncul, begitu juga dengan daya kompleks yang dikirim. daya kompleks yang semakin besar, berarti untuk suatu tegangan tertentu, arus yang mengalir akan lebih besar. menyediakan arus yang besar ini tidaklah menguntungkan dari segi ekonomi dan teknik. oleh karena itu, kita memerlukan perbaikan faktor daya, sehingga daya kompleks yang dikirimkan dapat secara optimal dipakai sebagai daya aktif, bukan disimpan sebagai daya imajiner, dengan kata lain, kenaikan arus yang kita bicarakan sebelumnya cukup sewajarnya saja sesuai kenaikan permintaan daya aktifnya dan tidak terlalu dipengaruhi oleh daya imajiner.

namun, yang mengejutkan adalah kelihatannya, mau tidak mau, untuk mendapatkan daya aktif, sering kita harus mengalokasikan sebagian daya kompleks dalam bentuk daya imajiner. hanya sedikit alat listrik yang dapat memakai daya aktif tanpa harus mengalokasikan daya imajiner, misalnya saja lampu pijar karena ia adalah beban resistif. memang harus diakui bahwa daya imajiner dengan sendirinya akan muncul dan tidak dapat terhindarkan karena ketidakidealan** alat listrik. namun, kebutuhan kita akan daya imajiner lebih dari sekadar karena ketidakidealan suatu alat listrik seperti itu. daya imajiner sungguh-sungguh sengaja diadakan. daya imajiner seolah-olah telah menjadi suatu syarat yang harus dipenuhi agar kita dapat memperoleh daya aktif. memang tampak aneh, tetapi ini sungguh-sungguh terjadi.
**)pada kenyataanya, tidak ada resistor ideal (begitu juga kapasitor dan induktor). resistor yang ada tetap mengandung kapasitor dan induktor (dan sebaliknya), walaupun nilainya sangat kecil. oleh karena itu, baban resistif seperti lampu pijar, lebih tepat disebut sebagai beban yang dianggap resistif, karena daya imajinernya tetap ada, tetapi begitu kecilnya sehingga dapat diabaikan.

dalam berbagi proses konversi yang kita kenal dari energi listrik menjadi bentuk energi lain yang kita inginkan, prinsip-prinsip yang dipakai mengharuskan kita mengalokasikan sebagian daya kompleks sebagai daya imajiner. misalnya pada mesin listrik, katakanlah pompa air, kita menggunakan prinsip induksi Faraday dan gaya Lorentz, kedua-duanya menggunakan medan magnet sebagai perantara saat mengkonversi energi listrik menjadi putaran motor. yang kita inginkan tentu adalah putaran motor, tetapi putaran motor itu tidak akan pernah ada jika kita tidak mengubah (menyimpan) energi listrik ke dalam medan magnet terlebih dahulu. medan magnet itu dibentuk di kumparan motor, yang tidak lain adalah induktor. maka tak mengherankan jika kabanyakan alat listrik yang kita pakai bersifat induktif: pompa air, mesin cuci, kulkas, kipas angin, dll***. sampai di sini, kita simpulkan bahwa kita tidak memakai daya imajiner (dan memang tidak bisa), melainkan kita hanya membutuhkan perannya dalam konversi energi listrik ke energi lainnya.
***)begitu pentingnya, sampai-sampai suatu matakuliah khusus telah dibuat untuk mengakomodasi kenyataan ini, yaitu matakuliah mesin listrik.

BERSAMBUNG

Read more...

ada apa dengan perbaikan faktor daya part II

continued from part I

kasus I: jika arus dan tegangan adalah sefase (artinya tidak mempunyai selisih fase), yaitu pada resistor (dan beban resistif lainnya), perkalian tegangan dan arus akan menyatakan daya yang kita beri nama daya aktif, daya yang seluruhnya terpakai oleh beban, artinya energi terus-menerus dikirim oleh sumber dan dipakai seluruhnya oleh beban.^^
^^)dari sudut pandang matematis, kita melihat bahwa perkalian v dan i selalu bernilai positif (selama satu periode). maknanya secara fisis, seperti yang telah kita sebutkan, bahwa energi terus-menerus dikirim oleh sumber dan dipakai seluruhnya oleh beban.

kasus II: jika arus dan tegangan berbeda fase 90 derajat, yaitu pada kapasitor (atau -90 derajat pada induktor), perkalian tegangan dan arus akan menyatakan daya yang kita beri nama daya imajiner, daya yang tidak dipakai oleh beban (dalam hal ini kapasitor atau induktor). lalu apa yang sebenarnya terjadi? intinya, energi tidaklah terus-menerus dikirim oleh sumber, melainkan hanya selama setengah periode saja, di mana energi tersebut justru hanya disimpan (ketimbang dipakai) oleh beban, untuk kemudian dikembalikan ke sumber pada setegah periode berkutnya. jadi, secara netto, tidak ada daya yang dipakai.^^^
^^^)dari sudut pandang matematis, kita melihat bahwa perkalian v dan i bernilai positif untuk setegah periode dan bernilai negatif untuk setengah periode berikutnya. maknanya secara fisis, selama daya bernilai positif pada setengah periode pertama, energi dipasok oleh sumber ke beban untuk disimpan, sedangkan selama daya bernilai negatif pada setengah periode berikutnya, energi yang disimpan tadi dikembalikan ke sumber.

kasus III, jika arus dan tegangan berbeda fase antara 0 dan 90 derajat, yaitu pada beban kapasitif (atau antara 0 dan -90 derajat pada beban induktif), perkalian tegangan dan arus akan memiliki dua komponen sekaligus, yaitu daya aktif dan daya imajiner, artinya, sebagian energi akan terus menerus dipakai beban, sedangkan sebagian energi sisanya hanya disimpan sementara kemudian dikembalikan lagi.`
`)dari sudut pandang matematis, kita melihat bahwa perkalian v dan i benar-benar mengandung dua komponen, yang pertama selalu bernilai positif selama satu periode penuh, dan ini bersesuaian dengan daya aktif; yang kedua bernilai positif hanya pada separuh periode dan bernilai negatif pada separuh sisanya, dan ini bersesuaian dengan daya imajiner.

kita telah melihat pada ketiga kasus di atas, bahwa perkalian v dan i dapat mempunyai beragam kombinasi, daya aktif saja, daya imajiner saja, atau mengandung kedua-duanya. oleh karena itu, untuk memperumum keadaan ini, perkalian v dan i disebut sebagai daya kompleks. kemudian, dari sinilah muncul kebutuhan suatu parameter yang disebut faktor daya. faktor daya memberikan informasi kepada kita tentang berapa persen dari daya kompleks itu muncul sebgai daya aktif. maka menjadi jelas bagi kita bahwa pada kasus I, faktor daya adalah 1 (100% dari daya kompleks muncul sebagai daya aktif); pada kasus II, faktor daya adalah 0 (0% dari daya kompleks muncul sebagai daya aktif); pada kasus III, faktor daya bernilai antara 0 dan 1 (sekian persen dari daya kompleks muncul sebagai daya aktif)``.
``)lalu daya kompleks, imajiner, dan aktif dinyatakan dalam apa? watt? untuk membedakan apakah daya yang dimaksud adalah daya kompleks, imajiner, atau aktif, masing-masing dinyatakan dalam satuan yang berbeda. daya kompleks dalam VA (volt.ampere), daya imajiner dalam VAR (volt.ampere reaktif), daya aktif dalam W (watt). ketiganya setara dalam mendeskripsikan daya secara umum, tetapi berbeda dalam cara bagaimana daya itu dipakai, dan tentang ini tidaklah perlu penjelasan lebih jauh.

BERSAMBUNG

Read more...