Pengoreksi Faktor Daya Adaptif untuk Konsumen Residensial

>> Thursday, January 7, 2010



Dewasa ini, penggunaan beban induktif di rumah tangga sudah semakin banyak. AC, komputer, mixer, blender, mesin cuci, dan lampu TL adalah sebagian contoh dari peralatan listrik rumah tangga yang bersifat induktif. Sebagaimana kita tahu, beban yang bersifat induktif mengandung komponen daya reaktif yang berakibat mengurangi faktor daya.

Berkurangnya faktor daya ini dapat berimplikasi pada beberapa hal, yang pertama adalah turunnya nilai faktor daya membuat rating watt yang dapat digunakan oleh pelanggan juga turun dengan kapasitas VA yang sama. Hal tersebut membuat MCB di rumah lebih sering trip. Kedua, berkurangnya faktor daya juga membuat saluran distribusi tidak efisien. Semisal, saluran distribusi yang dapat menyalurkan daya aktif 20000 Watt, karena adanya penurunan faktor daya, kini hanya bisa menyalurkan daya aktif sebesar katakanlah 15000 watt. Jadi semula untuk menyuplai beban 60000 watt kita butuh 3 buah saluran distribusi, kini kita jadi membutuhkan 4 saluran distribusi. Ketiga, berkurangnya faktor daya yang berarti menunjukkan adanya daya VAR membuat pembangkit mengeluarkan energi lebih untuk menyuplai daya VAR.

Pada umumnya, besar VAR pada konsumen setiap konsumen rumah tangga tidak begitu besar. Namun, jumlah konsumen rumah tangga ini sangatlah besar. Hal tersebut membuat VAR total yang terjadi sangat besar.

Untuk meningkatkan faktor daya dengan jalan mengompensasi VAR induktif, biasanya digunakan kapasitor dengan nilai tertentu yang tetap nilainya. Namun seringkali pemberian nilai tertentu ini kurang efektif. Konsumen senantiasa berubah-ubah kebutuhannya. Tidak setiap waktu pelanggan menyalakan peralatan listrik yang bersifat induktif tersebut. Waktu penggunaanya pun juga sering tidak sama. Hal itu berakibat pada berubah-ubahnya total beban induktif yang berimplikasi pada faktor daya yang digunakan bernilai tidak konstan. Bahkan, suatu kali berubahnya beban induktif ini bila perbaikan faktor daya menggunakan kapasitor yang digunakan bernilai tetap akan mengakibatkan beban bersifat leading.

Untuk itu, dibutuhkan suatu alat yang digunakan untuk perbaikan faktor daya dengan jalan mengompensasi VAR yang adaptif terhadap perubahan daya yang digunakan oleh konsumen rumah tangga dengan harga terjangkau. Dengan tujuan itulah, alat berjudul "Pengoreksi Faktor Daya Adaptif untuk Konsumen Residensial" dibuat.

Informasi tentang prinsip kerja alat dan spesifikasi rancangan, dapat dilihat di sini

Read more...

baru dapat akun msdnaa

>> Monday, December 28, 2009


saya akhirnya menyadari bahwa tuntutan kuliah dan lain2, membuat saya harus kembali dan tetap menggunakan windows. bayangan bajak-membajak pun tentu pernah terlintas... tetapi jadi malu juga kalau ditanya (calon) istri, mertua, dan anak2 saya nantinya... Pak..., Mas... nafkah darimu halal kan? wah, jawabannya bisa bikin pusing kalau saya terbuai dan merasa nyaman dengan bajak mambajak.

tapi, kepala ini kini agak sedikit lega. microsoft tidak sepelit yang saya sangka... beruntung karena saya mahasiswa yang kampusnya terdaftar sebagai mitra msdnaa, akhirnya saya bisa menikmati lisensi windows xp, vista, dan windows 7 secara cuma2...

alhamdulillah... sekarang tinggal nembak office... student version aja kali ya...

Read more...

papeku

>> Monday, November 30, 2009


Memasyarakatkan Listrik Prabayar Untuk Merangsang Kebiasaan Menghemat Listrik dan Menekan Risiko Menunggak Pembayaran Rekening Listrik Bagi Pelanggan Industri Maupun Residensial

Bagus Brahmantya P.G.
Jurusan Teknik Elektro, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta
085292699767, bagusbpg@mail.te.ugm.ac.id

Kurniawan Hendra P.
Jurusan Teknik Elektro, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta
085643701601, hendrate07@mail.te.ugm.ac.id

ABSTRAK


Zaman modern adalah zaman listrik. Listrik telah hadir hampir di seluruh bentuk aktivitas manusia di seluruh dunia, tak terkecuali di Indonesia, dengan segala problematika yang menyertainya.
Khususnya di Indonesia, permasalahan yang cukup menyita perhatian adalah ketimpangan antara biaya total pengadaan tenaga listrik yang dapat dibilang cukup besar dibandingkan dengan harga jual listrik itu sendiri. Biaya total pengadaan tenaga listrik yang besar, meliputi pembangkitan, transmisi, dan distribusi, artinya biaya dari ketika listrik dibangkitkan sampai ketika listrik dipakai pelanggan, tidak perlu diperdebatkan lagi karena hal itu memang nyata dan dapat dipertanggungjawabkan (yaitu dibuktikan kebenarannya) secara teknik teoretis maupun ekonomi praktis. Di sisi lain, harga jual listrik yang diatur dalam TDL (Tarif Dasar Listrik) 2004 tidak boleh ditentukan secara bebas sedemikian rupa, sehingga menguntungkan PT PLN (Persero) sebagai PKUK (Pemegang Kuasa Usaha Ketenagalistrikan) karena hal ini berkaitan secara erat dengan masalah sosial, ekonomi dan politik.
Kucuran subsidi dengan nilai yang sangat besar yang diambil dari anggaran belanja negara, kemudian, menjadi semacam keharusan untuk menambal kerugian yang dialami salah satu BUMN tersebut dalam rangka menjaga keberlangsungan pasokan tenaga listrik agar roda perekonomian nasional tidak terhambat.
Berbagai cara ditempuh untuk menekan kerugian itu di masa mendatang, seperti misalnya menekan porsi BBM dalam bauran energi primer pembangkit dan menyerukan gerakan hemat energi. Untuk yang kedua, akal sehat tidak akan membantah bahwa menurunnya pemakaian listrik (dalam Terrawatt-hour) berakibat pada menurunnya kerugian yang diderita PT PLN (Persero).
Salah satu cara untuk menggapai tujuan gerakan hemat energi tersebut adalah dengan menerapkan listrik prabayar sebagaimana yang dijumpai pada pulsa selular prabayar. Kiranya, sudah cukup bukti bahwa sistem prabayar, entah yang sudah diterapkan secara luas di ranah komunikasi selular, maupun yang baru pada taraf uji coba di ranah kelistrikan, mampu menumbuhkan kesadaran dan semangat untuk berhemat. Selain itu, listrik prabayar juga diharapkan menekan risiko menunggak rekening listrik.

Kata kunci : subsidi, hemat energi, listrik prabayar, tunggakan rekening listrik

Read more...

tentang gempa jabar dan sumbar dan gempa-gempa yang lain

>> Monday, October 12, 2009


courtesy : http://www.ppk.or.id/

bismillah

gempa memang suatu peristiwa alam yang jelas bisa diterangkan secara ilmiah. beberapa orang yang merasa cukup dengan teori-teori ilmiah yang mereka pahami mengatakan bahwa gempa hanyalah sebatas peristiwa alam saja, dan menjadi lucu apabila dikaitkan dengan hal-hal yang berbau spiritual, misalnya mengatakan bahwa gempa itu adalah azab atau takdir.

ya, bagi para 'alim, mereka bak orang bodoh yang tidak tahu bahwa teori ilmiah itu tidak terjadi begitu saja atau semata-mata karakteristik alam yang memang begitu adanya, tetapi adalah kehendak Allah Subhanahu Wata'ala. adanya hukum gravitasi, elektromagnet, atau hukum apapun di dunia ini, yang sudah diketahui maupun yang belum, semuanya adalah kehendak Allah Subhanahu Wata'ala, semua adalah ketentuan dari-Nya.

dan sungguh dengan kehendak-Nya lah, Ia mengazab dan memberi nikmat kepada siapa pun yang Ia Kehendaki.

mari kita dengarkan ceramah Al Ustadz Muhammad bin 'Umar As-Sewed tentang "menambah keimanan saat musibah menimpa". Taushiah umum yang disampaikan di masjid agung bantul kepada kaum muslimin yogyakarta, khususnya bantul, pasca musibah gempa bumi yogyakarta. semoga kita dapat mengambil manfaat.

Read more...

north aglik sudah mendapat kompor gas program konversi

>> Monday, September 7, 2009


di akhir masa pemerintahannya, presiden SBY dan wakil presiden JK menginisiasi program konversi minyak tanah ke gas dan akhirnya program konversi itu menjamah desa saya. kira-kira, desa saya menerima satu set kompor gas (lengkap dengan regulator dan tabung gas isi 3 kg) pada hari-hari menjelang puasa.

beberapa hari setelah kompor gas itu kami terima, ibu saya langsung memakainya untuk menggoreng kacang tanah dan kacang mete untuk dijual sebagai camilan lebaran. nyala apinya bagus...

namun, di antara rasa terima kasih kami atas pembagian kompor gas ini, terbesit kekaguman luar biasa karena kebijakan pemerintah ini adalah upaya yang sungguh-sungguh dari pemerintah untuk menyalurkan anggaran yang sejatinya adalah uang rakyat agar dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya secara langsung oleh rakyat itu sendiri. kita sendiri telah melihat berbagai faidah di balik program konversi ini, anggaran negara tidak banyak tersedot untuk subsidi minyak tanah, sehingga bisa disalurkan untuk sektor lainnya. di samping itu, juga penggunaan kompor gas ini sepertinya lebih bersih dari kompor minyak.

ya, semoga kita termasuk orang-orang yang bersyukur dan menaati ulil 'amr.

Read more...

pohon nanasku berbuah lagi



salah satu kegemaran saya adalah berkebun. di halaman belakang rumah saya, saya menanam pohon nanas dan mangga--dulu, sempat ada durian dan alpukat, tetapi mati. pohon nanas dan mangga itu saya tanam kira-kira ketika sma. pohon mangganya satu, masih remaja, dan belum berbuah. pohon nanasnya 3, pernah berbuah sekali--pohon nanas yang ketiga malah berasal dari buah yang saya petik pertama kali itu.

karena saya lebih sering tinggal di jogja dua tahun belakangan ini, pohon-pohon di kebun saya jarang saya sirami. namun, buah nanas yang saya petik pertama kali dahulu rasanya lumayan manis, walaupun waktu berbuahnya lama sekali. mungkin ini karena saya jarang menyiraminya.

mengapa saya suka berkebun? pertanyaan yang nggak penting memamg dan siapa sih yang mau tahu. namun, bagi saya pertanyaan ini ternyata bukanlah hal sepele. paling tidak, telah menjadi semacam suatu harapan atau target bagi saya untuk mengetahui mengapa saya melakukan sesuatu tak peduli seberapa remeh sesuatu itu. repot sih, tetapi jelas.

berkebun di mata saya terkesan sangat segar, entah dengan warna dedaunannya yang hijau, atau butiran-butiran embun yang menempel di atasnya, atau rasa teduh di rimbunnya daun, atau warna kuncup daun muda yang selalu dinanti... dan cukup penting juga untuk menyebutkan bahwa berkebun dapat meredakan efek global warming!!!

ya... ayo berkebun!!!

Read more...

i go open source part III

>> Thursday, August 20, 2009

libur panjang semester genap ini, saya berhasil merampungkan menulis 3 program permainan berbasis teks dalam bahasa C: PuZzLe GeSeR, Asy Syuddoqu, dan Java's Chess. PuZzLe GeSeR terinspirasi dari permainan demo di Matlab di mana pemain menggeser-geser angka-angka yang tersusun acak menjadi terurut kembali dengan urutan dari kecil ke besar. Asy Syuddoqu adalah permainan sudoku level pemula yang hanya menyertakan 362880 kombinasi (dari miliaran kombinasi yang ada). Java's Chess adalah permainan catur jawa atau tic tac toe berukuran 3x3.

walaupun permainannya masih berbasis teks (bukan berbasis grafis) dan saya melakukan coding sekadar untuk "kill the time" dalam hari-hari menjelang usia 20 tahun, permainan ini sudah bisa dimainkan dengan cukup nyaman. namun demikian, tentu saja masih terdapat beberapa kekurangan dalam penulisan program, mungkin dari algoritma atau penghematan memori. oh ya, kedua program permainan ini saya lisensikan di bawah GPL versi 3. bagi yang tertarik meminta kode sumbernya, silakan kirim email permohonan ke bagusbpg@mail.te.ugm.ac.id.

saya nasehatkan kepada penggemar permainan, permainan apa saja, jangan terlalu asyik bermain, waktu kita lebih berpeluang untuk hanya akan terbuang sia-sia... percayalah!

Read more...

salut untuk PNPM-MP part I

>> Sunday, July 26, 2009



akhir-akhir ini, saya menyadari sesuatu yang sepertinya jarang terlintas di benak kebanyakan orang, bahwa pemerintah kita telah dengan begitu briliannya mencetuskan program kreatif yang membawa lebih banyak kemanfaatan yang tak terkira nilainya bagi masyarakat dibandingkan program-protram lainnya yang pernah ada sebelumnya. saya kira saya tidak berlebih-lebihan dalam hal ini, saya akui pnpm-mp adalah karya jenius pemerintah untuk menginisiasi pembangunan moral dan fisik dari akarnya, dari muaranya: di desa-desa.

ya, seakan-akan saya tidak ingin berhenti memuji pemerintah akan program cemerlang ini. mau bagaimana lagi? memang harus diakui, program ini memberikan banyak manfaat, seperti:
1. mendidik masyarakat bawah mengorganisasi suatu proyek pembangunan infrastruktur umum, mulai dari merencanakan, melaksanakan, mempertanggungjawabkan, dan tentu saja memeliharanya
2. menyalurkan dengan lebih adil dan merata anggaran nasional yang sejatinya juga berasal dari uang rakyat (yang berasal dari pajak dan yang sejenis dengannya)
3. merekatkan kembali tali silaturahmi antarwarga melalui kerjabakti-kerjabakti, gotongroyong-gotongroyong intensif.
4. menggairahkan kembali seni bermasyarakat, tentang bagaimana cara memahami orang lain, mengendalikan perasaan, dll

lho kok bisa? memangnya seperti apa pnpm-mp itu? pnpm-mp adalah kepanjangan dari program nasional pemberdayaan masyarakat mandiri pedesaan. boleh dibilang program ini adalah metamorfosis selanjutnya dari blt, bantuan langsung tunai. jika blt adalah ulat, maka pnpm-mp adalah kupu-kupu. jika blt ibarat memberi ikan pada nelayan, pnpm-mp ibarat memberi kail dan umpan ketimbang ikan.

untuk pemerintah: excellent!!!

BERSAMBUNG

Read more...

D4=S1, teruskan perjuangan kami!!!

>> Saturday, June 27, 2009



ya, kontes robot indonesia, kontes robot cerdas indonesia, dan kontes robot seni indonesia 2009 tingkat nasional telah berakhir minggu, 14 juni kemarin. yang terbaik perjuangannya telah mendapatkan haknya untuk menjadi juara. namun, di antara sekian juara, yang paling istimewa bagi saya adalah D4=S1, juara KR1 2009. bukan hanya karena robotnya yang canggih atau suporternya yang superkompak. dengan juaranya robot wakil PENS ini, semakin mengukuhkan tradisi juara yang sudah dibangun PENS sejak KRI diselenggarakan pertama kali. aura juara bertahan yang sulit terkalahkan memancar dari tim robot PENS sampai-sampai saya yang anak ketenagaan bermimpi jadi tim robot dan berhasrat memutus track record itu... huh...

untungnya, di kontes robot kali ini, saya bukan sebagai pengamat saja, alhamdulillah saya ditakdirkan untuk membantu dikti mengurusi pembuatan lapangan bertanding kontes robot, dan kebetulan yang saya tangani adalah lapangan expert battle. ups kok ngelantur... kembali ke D4=S1: ya, sekarang saya hanya bisa berkata... D4=S1, selamat berjuang di tokyo, semoga juara dunia adalah hak Indonesia...

Read more...

berkunjung ke PLTP kamojang...

>> Friday, May 29, 2009


ini adalah kunjungan lapangan pertama saya sebagai mahasiswa elektro. dan alhamdulillah, kunjungan pertama itu begitu luar biasa berkesan karena tempat yang dikunjungi adalah world class geothermal powerplant sekaligus pusat listrik tenaga panas bumi terbesar di indonesia, pltp kamojang. di mata saya, kamojang memang begitu mempesona layaknya mojang bandung... halah... terletak di pegunungan di daerah garut, dengan udara yang sejuk dan pemandangan khas pegunungan yang hijau lagi terasing*, siapa pun mungkin tak menyangka bahwa di sana terdapat pusat listrik sebesar itu. memang sih, dari bawah sudah kelihatan menara-menara saluran transmisi 150 kV berseliweran menyusuri pegunungan**.
*)namun, setelah pltp kamojang dibangun, sebagai bentuk corporate social responsibility dari Indonesia Power dan Pertamina sebagai pengembang usaha pltp di kamojang, daerah pegunungan itu menjadi tidak terasing lagi... ada menara BTS, jalan beraspal, pokoknya sip lah...
**)inilah salah satu alasan perlunya saluran transmisi ketika suatu pusat listrik terletak jauh dari beban (konsumen). mengapa pltp biasanya terletak jauh dari beban? karena "bahan bakar" pltp (panas bumi) tidak bisa dikirim terlalu jauh dari sumbernya, sehingga pltp harus mengalah dan mendekat ke sumber panas bumi tersebut, yang kebanyakan adalah kawah pegunungan, bukannya mendekat ke baban di kota.

ya, kita bersyukur bahwa potensi panas bumi kita sungguh melimpah, konon katanya, total potensi mencapai 33 GW, dan baru 1 GW yang termanfaatkan***. panas bumi memang bisa diakses dari mana saja, dari kutub utara atau selatan pun tetap bisa, asalkan kita bisa mengebor kulit bumi sedalam yang kita butuhkan untuk bisa mengakses panas bumi tersebut. beruntungnya kita, indonesia terletak di dalam ring of fire sehingga kita dimudahkan untuk mengakses energi panas bumi ini dari kawah-kawah di gunung-gunung. pltp kamojang sendiri terdiri dari beberapa subunit: kamojang, salak, dan darajat. semuanya di pegunungan. yang saya kunjungi adalah subunit kamojang. di sana ada 3 generator milik Indonesia Power, 1x30 MW dan 2x55 MW. juga ada generator lain milik Pertamina (swasta), tetapi saya tidak berkesempatan mengunjunginya. selain itu, saya juga berkesempatan melihat dari dekat gardu induk kamojang, mengamati betapa besarnya transformator di gardu induk, mendengarkan suara dengunan generator dan transformator. sungguh pengalaman baru exciting dan mengasyikkan.
***)lihat di sini

tidak semua potensi panas bumi di kamojang dimanfaatkan sebagai "bahan bakar" pltp. ini karena uap kering sebagai perwujudan energi panas bumi di kamojang, tidak semuanya memenuhi kualitas yang dibutuhkan**** untuk memutar generator dan membangkitkan listrik. oleh karena itu, beberapa kawah alami dan kawah buatan di kamojang yang "tidak memenuhi syarat" seperti itu dijadikan objek wisata sekadar untuk memberi tahu kepada pengunjung bahwa sumber panas bumi kamojang memang benar-benar HOT... jadi jangan main-main. sungai yang mengeluarakan asap, kubangan air yang mengeluarkan asap... jangan diobok-obok... bisa-bisa tangan atau kakimu melepuh. bahkan air untuk wudhu pun jadi hangat, padahal waktu itu udara pegunungan cukup dingin.
****)seperti tekanan, suhu, kandungan kimia, dsb.

Read more...