mencoba memahami teknik elektro (part II)

>> Saturday, September 13, 2008

isyarat atau informasi, sebagaimana kita lihat sebelumnya, hadir begitu alamiahnya. namun, sama seperti energi, jika kita membiarkan isyarat atau informasi berada dalam bentuk yang biasanya, tentu saja akan sulit untuk diolah, seperti ditransmisikan ke tempat yang jauh, dibersihkan dari gangguan-gangguan, dan disimpan. misalnya saja, kita harus selalu berteriak untuk berbicara dengan orang yang jauh, kita harus datang ke saudi arabia untuk melihat ka'bah, dll. jika semua isyarat atau informasi, entah itu berupa suara, citra, tulisan, atau yang lain, kita representasikan menggunakan sifat-sifat tertentu dari elektron*, maka dengan mengubah-ubah sifat elektron itu, kita dapat memanipulasi isyarat atau informasi sebagaimana yang kita kehendaki dengan batasan-batasan yang wajar.
*)sebenarnya, penggunaan elektron sudah mulai digeser oleh cahaya, misalnya dalam komunikasi serat optis, tetapi dalam proses seperti itu, elektron masih digunakan dalam taraf yang cukup penting.

dengan digunakannya karakteristik elektron untuk merepresentasikan isyarat atau informasi, maka aplikasi yang bisa ditangani menjadi semakin luas. dulu, waktu sma, saya ditanya adik kelas yang terheran mengapa layar monitor bisa menampilkan gambar dari komputer? karena saya belum paham waktu itu, ya saya ikut-ikutan bingung. sekarang, setelah belajar teknik telekomunikasi : "o... ternyata begitu..." ya, dari bermacam-macam variasi karakteristik elektron, kita bisa menampilkan gambar di televisi, berhitung dengan kalkulator, berbincang lewat telepon, bermain game di game console atau komputer*). namun, tidaklah kita memanfaatkan secara langsung atau begitu saja karakteristik elektron yang beraneka ragam itu untuk merepresentasikan informasi/isyarat, sebelumnya kita juga harus memahami bagaimana mekanisme tanggapan sistem ketika suatu karakteristik elektron diubah-ubah, sederhananya bagaimana memanfaatkan karakteristik elektron untuk memanipulasi isyarat agar prosesnya efektif dan efisien.
*)ndak nyangka kan? dari memahami sebutir elektron, terciptalah kalkulator, televisi, handphone, komputer...

misalnya bagaimana ide dasar dari microphone dan speaker? bagaimana bisa gelombang suara yang berupa getaran molekul udara beralih dari/ke sinyal listrik, dalam hal ini tegangan**)? nah, pertanyaan seperti inilah yang saya maksudkan pada paragraf di atas. ini semua adalah tentang kreativitas kita merangkai konsep-konsep yang sama sekali berbeda sedemikian rupa sehingga kita dapat mengambil manfaat dari penerapan konsep-konsep tersebut, khususnya dengan sebutir elektron yang powerfull...
**)pada microphone, gelombang suara yang berupa getaran molekul menggetarkan membran di dalam microphone tersebut yang terletak di dalam sebuah medan magnet. getaran membran dalam medan magnet tersebut membangkitkan tegangan yang proporsional terhadap suara yang 'membangkitkannya'. di sisi speaker, proses sebaliknya terjadi. tegangan tadi diumpankan ke elektromagnet, sehingga medan magnetnya berubah-ubah, yang menyebabkan suatu membran lain bergetar membangkitkan kembali suara di sisi microphone. kalau saya salah, ingatkan ya!

3 comments:

Ahmad Helmy Waliyullah September 21, 2008 12:53 PM  
This comment has been removed by the author.
Ahmad Helmy Waliyullah September 21, 2008 1:02 PM  

piye to dab dab...
maksudmu kui njelasne, teknik elekto po curhat... peh peh koyoke mumet mikir konsentrasi.
hohoho aku yo bingung kok dab....
mugo mugo entok sing terbaik

darie September 24, 2008 9:12 AM  

mas jawabanya nanti aku tulis di blog saya aja ya soalnya kalau nanti panjang aku jadikan postingan aja ya

makasih dah mau main ke blog saya

saya setuju dengan apa yang kamu kemukakan, elektro itu puntetep jadi utama walaupun sekarang di ganti cahaya itupun kan berasal dari elektron