mencoba memahami teknik elektro

>> Wednesday, September 3, 2008

waa... teknik elektro dab! kesan pertama sih kereen pisan :). dulu waktu semester satu, saya sempat merenungi apa itu teknik elektro, mengapa saya memilih teknik elektro, seberapa pentingkah teknik elektro, dan mungkin beberapa pertanyaan lain yang sudah terlupakan*, bahkan jawaban-jawaban dari setumpuk pertanyaan itu pun boleh dibilang sudah di luar kepala (lupa, maksudnya :P). menginjak ke semester dua, kepala sudah disibukkan dengan kuliah yang semakin sulit. saya sadar bahwa semangat belajar di semester dua menurun, tanda-tandanya... IP anj***... (sorry it's taboo). kelihatannya saya melakukan berbagai hal secara setengah-setengah. kalau sudah demikian, berarti ada sesuatu yang salah, biasanya karena saya tidak tahu untuk apa melakukan hal yang sedang atau akan saya kerjakan.
*)bagi saya, pertanyaan seperti ini penting karena saya tidak mau melakukan hal yang sia-sia, baik dari sisi dunia maupun akhirat, walaupun saya akui, saya lebih condong kepada sisi dunianya. ya Allah, tunjukilah kami jalan yang lurus. amin.

menatap semester tiga, saya mempunyai harapan baru. mencoba menyusun kembali jalan pemikiran agar tidak sembarangan dalam mengerjakan sesuatu yang saya coba asumsikan sebagai hal yang penting**... (waa sok pinter nih gue :) apalagi semester depan saya harus memilih konsentrasi yang akan saya tekuni; mereka adalah konsentrasi sistem tenaga listrik, sistem komputer dan informatika, dan sistem isyarat dan elektronika. nah, sekarang, saatnya saya mencari tahu (kembali) tujuan saya belajar di elektro... ayo mulai!
**)maaf, saya baru sampai pada tahap asumsi--saya sebenarnya sudah pernah melalui tahap ini, sekarang saya hanya butuh penyegaran. adalah suatu hal yang mengkhawatirkan memang jika mengerjakan sesuatu tanpa tahu tujuannya dengan jelas. harapan saya, saya akan mendapat petunjuk dari Allah 'Azza wa Jalla dengan merenung seperti ini, semoga cara seperti ini mendapat ridhoNya. amin

dimulai dari apa itu elektro. dengan bangga, saya punya pendapat seperti ini : teknik elektro adalah hal yang mempelajari elektron, kemudian berdasarkan pengetahuan itu, menggunakan elektron untuk tujuan tertentu yang menurut saya utamanya terbagi mennjadi dua yaitu dalam hal memanipulasi energi dan memanipulasi informasi atau isyarat.

pertama, memanipulasi energi. dunia ini berisi energi dan materi, setidaknya itulah yang saya pahami dari relativitas khusus (wah sok pinter lagi nih gue :) maka, dengan sendirinya, energi mendapatkan status yang penting dalam kehidupan. sejak dahulu, matahari sudah menyinari dedaunan, menghasilkan makanan bagi hewan dan manusia. sejak dahulu pula, kita terbiasa menggunakan api untuk memasak daging atau sayuran untuk kita makan. bagaimana keadaannya sekarang?

pentingnya energi di zaman sekarang ,dalam perspektif teknik elektro, telah mengambil bentuk yang berbeda. barangkali, kata "telah" tadi merujuk pada gaya hidup kita akhir-akhir ini yang di dalamnya lebih banyak terdapat alat-alat yang "membutuhkan energi" daripada masa sebelumnya, seperti lampu, komputer, telepon, mobil, dll. itu semua sudah begitu melekat pada kehidupan kita, walaupun kita tidak akan mati jika tidak memakainya. jadi, jelas kan "penting"-nya energi... namun, apa peran teknik elektro sehingga mampu mengubah pandangan kita tentang energi?

kita tahu bahwa manifestasi energi bisa dalam bentuk panas, bunyi, cahaya, dll. panas, misalnya digunakan untuk mendidihkan air. nah, kelihatan kan... jika energi dibiarkan dalam bentuk yang demikian, tentu akan sulit untuk "diolah", misalnya untuk disimpan, dipindah, dan penggunaannya pun cenderung terbatas, kalaupun dipaksakan pada aplikasi yang lain, maka biasanya memerlukan teknologi yang rumit dan mahal. solusinya? kemudian, bagaimana kalau panas tadi dikonversi menjadi energi listrik? maka muncullah PLTU, PLTA***, dan yang sejenisnya. ternyata energi dalam bentuk listrik ini menjadi lebih mudah dikelola dibandingkan dengan panas, artinya pemanfaatan energi cenderung menjadi lebih mudah, murah, dan luas. oh ya, biasanya, panas tadi dikonversi dulu menjadi tekanan uap (tidak hanya di PLTU, tetapi juga di PLTB, PLTN), tekanan uap kemudian dikonversi menjadi gerakan turbin, kemudian turbin menggerakkan kumparan dalam suatu fluks medan magnet, menimbulkan gaya gerak listrik, sederhananya elektron dengan potensial tinggi.
***)air menguap ketika dipanaskan, kemudian ia suatu saat akan mengembun dan tertampung di tempat yang lebih tinggi daripada tempat ketika ia menguap. sekarang, ia mempunyai energi potensial yang lebih besar. siapa yang mengangkat air tadi? panas, bukan?

kedua, memanipulasi informasi atau isyarat. setiap peristiwa yang terjadi di dunia ini adalah sistem yang menerima "aksi" kemudian melakukan "reaksi", entah itu benda mati, maupun makhluk hidup, setidaknya itulah yang saya pahami dari hukum newton iii (wah sok pinter lagi nih gue :). saya bisa mengatakan bahwa "aksi" dan "reaksi" terjadi dalam bentuk yang lebih mudah dipahami sebagai "rangsangan" dan "tanggapan". "rangsangan" dan "tanggapan" pun mempunyai bentuk yang pada dasarnya sama, mereka berdua adalah isyarat, informasi. misalnya saja, ketika kita mendengar dan berbicara, sinyal suara merambat dalam bentuk getaran molekul-molekul udara yang disebabkan oleh getaran pita suara. bahkan ketika pesawat terbang mengalami goncangan akibat terpaan angin kencang, sistem kendali pesawat akan menanggapi dengan misalnya menyeimbangkan sayap pesawat, mengurangi kecepatan, atau yang lainnya. dua sistem tadi, kita dan pesawat, menerima rangsangan (berupa isyarat/informasi suara atau angin kencang) dan kemudian memberikan tanggapan (berupa isyarat/informasi suara atau pengurangan kecepatan). BERSAMBUNG

0 comments: