mengapa saya memilih stl...

>> Friday, October 24, 2008


stl... menurut Anda siapakah dia? shinta talita lupita? siapa pula itu? coba tanyakan pada dalijo... (siapa pula dalijo itu!? : P (bud, aja nesu!)

OK! fine, saya memang ingin cepat-cepat punya istri dan anak... (lho...!?), tetapi yang saya maksudkan dengan stl bukanlah nickname dari seorang wanita, stl itu kependekan dari sistem tenaga listrik, salah satu konsentrasi yang menjadi andalan di jteti ugm. pada postingan kali ini, saya ingin sharing pendapat mengapa saya memilih stl, dengan harapan teman-teman pembaca mau urun rembug... mau kasih masukan...

oh ya, seperti yang kalian ketahui dari postingan saya yang sebelumnya, konsentrasi di jteti ugm ada banyak: stl, ski, sie, plus subkonsentrasi lain: kendali, elektronika, pengolahan isyarat, dan telekomunikasi. by the way, saya akui, saya pernah (dan mungkin selalu) tertarik pada control engineering, maklum waktu kecil, saya terobsesi dengan ksatria baja hitam, kayaknya asyik juga tuh jadi profesor yang bikin robot seperti kotaro minami... ,tetapi seiring menguningnya padi... saya harus berpikir dalam-dalam sebelum mengambil pilihan krusial seperti ini.

fokusnya adalah mengapa waktu itu saya ingin mempelajari kendali? apakah hanya cita-cita masa kecil? atau...? setelah merenung, tampaknya lebih sedikit kemanfaatan yang mungkin bisa saya berikan pada orang lain kalau saya mempelajari kendali dibanding mempelajari stl. ekstrem? makanya, tolong dong, teman-teman kasih masukan, kira-kira apa saja sih yang dapat saya sumbangkan dengan kendali?

mengapa saya bisa berkata seperti itu? apa yang coba kita kendalikan kebanyakan adalah hal-hal yang bisa kita lakukan dengan tangan dan kaki kita sendiri.

misalnya, ada alat yang disebut penutup bak sampah otomatis. alat itu tujuannya baik: agar kita tidak usah repot2 mencuci tangan setelah menutup bak sampah tadi, atau mungkin di antara kamu ada yang menghubungkannya dengan penghematan air untuk mencuci tangan. namun, bagi saya masalahnya tidaklah selesai sampai di sini. ketika saya melontarkan pertanyaan ini: siapakah yang 'mampu' menikmati teknologi ini? saya jadi bingung sendiri. orang-orang desa, misalnya dari gunung kidul, cangkringan, dan tentu saja termasuk saya, tidaklah masuk ke dalam jawaban itu. teknologi itu akhirnya hanya dapat dinikmati orang-orang berduit di kota...

misalnya, ada alat yang disebut pemotong sayuran otomatis. alat itu tujuannya baik: agar kita tidak usah repot-repot menggunakan pisau, atau menangis ketika mengiris bawang, atau untuk menghindari teririsnya tangan, atau menghemat waktu memasak. namun, sekali lagi, ketika saya melontarkan pertanyaan yang sama di atas, himpunan jawabannya meliputi: ibu-ibu rumah tangga yang manja, tidak bisa masak... sorry kalau mereka adalah ibu-ibu kalian. saya bangga dengan ibu saya dan ibu-ibu orang desa yang rela memotong tangannya sendiri atau memeras kelenjar air matanya demi perut anak-anaknya...*
*)memang sih ada sisi positifnya, seperti kemudahan bagi orang yang kebetulan sedang sakit tangannya atau kurang berfungsi dengan baik.

namun, boleh jadi, yang menciptakan alat itu hanya bermaksud belajar prinsip-prinsip dasar kendali, bukan ingin mengkomersialkannya. kalau begitu sih, saya maklum saja, tetapi, kalau sudah ingin mengkomersialkannya, menurut saya, itu perlu dipikirkan lagi. alat-alat seperti itu bagi saya identik dengan gaya hidup yang boros dan tidak masuk akal. bagaimana tidak? magic jar, alat yang sehari-hari kita gunakan untuk menghangatkan nasi saja sudah dianggap memboroskan energi... apalagi... ehm... ehm...

BERSAMBUNG

gambar sutet di atas diambil dari http://endro.wordpress.com/2007/12/
gambar mikrokontroller di atas diambil dari http://electronics-diy.com/avr_programmer.php

1 comments:

ahmadhelmy November 21, 2008 8:21 PM  

Kemanfaatan,
manfaat bila dengan kendali itu kita bisa kerja, dapet duit trus dengan duit itu kita dapat membahagiakan anak istri, dapat pula berbagi dengan sesama.

dengan kendali kita juga bisa bawa nama UGM dan bangsa. misalnya dengan Kontes Robot Indonesia, Kita berjuang berfikir untuk dapat membawa nama bangsa di Robocon.

Kerja di PLN? ada atau tanpa kita masuk STL PLN tetap ada dan tetap bisa mengalirkan listrik untuk sesama. Begitu juga dengan Pertamina, dll.

Tapi semua pilihan itu tepat, aku juga tertarik sama STL bro! aku cuman kasih tau manfaat kita masuk Kendali. Semoga kita dapet pilihan yang terbaik!