antara korsleting dan kebakaran part I
>> Monday, February 9, 2009

akhir-akhir ini, kita sering mendengar terjadinya kebakaran, entah yang menimpa gedung perkantoran maupun sarana umum seperti pasar. alasan yang berkali-kali muncul di balik kebakaran itu diklaim sebagai akibat dari korsleting. korsleting? apa hubungannya dengan kebakaran? serius! bagi seorang teknisi elektro yang bertanggung jawab atas instalasi listrik pada suatu bangunan, korsleting yang memicu kebakaran adalah hal yang tidak wajar. mengapa? dapat dijamin bahwa instalasi listik yang sesuai aturan/standar yang berlaku, tidak akan menyebabkan kejadian semacam kebakaran atau hal yang membahayakan lainnya. penasaran mengapa ini bisa terjadi? mari kita telusuri dari awal*.
*)oh ya, tulisan ini sekadar pemikiran dari mahasiswa semester III, jadi, kalau kurang begitu valid mohon dimaklumi. melalui tulisan ini, saya hanya ingin mempertanggungjawabkan (whoaa... :) pengetahuan yang telah saya dapat, walaupun saya akui, apa yang saya tangkap selama kuliah telah mengalami distorsi di sana-sini.
korsleting atau hubung singkat adalah peristiwa terhubungnya kabel tegangan fase dengan kabel tegangan netral secara langsung, sehingga mengalir arus yang jauh lebih besar bahkan dibandingkan arus yang disebabkan beban berlebih**. penyebab korsleting, mudah diduga, pada umumnya adalah semata-mata buruknya instalasi, kecacatan pada peralatan listrik, atau kesalahan pengoperasian peralatan listrik (human error).
**)jadi, korsleting berbeda dengan beban berlebih.
buruknya instalasi yang dimaksud terutama adalah kesalahan dalam memilih circuit breaker. misalnya, ketika beban listrik meminta suplai daya yang besar (atau bahkan misalnya jaringan telah mengalami korsleting karena suatu sebab), itu artinya beban akan menarik arus yang besar, sebagaimana disebutkan di atas. di sinilah tugas circuit breaker sebenarnya, mencegah agar arus yang melewati kabel tidak melebihi nilai maksimal yang diizinkan. jika circuit breaker yang terpasang mampu menjalangkan fungsinya dengan baik, seharusnya keadaan demikian hanya berlangsung dalam beberapa ratus milidetik saja, yaitu dengan segera tripnya jaringan.
jika circuit breaker gagal menjalankan fungsinya, entah karena rating yang tidak sesuai atau buruknya kualitas, jaringan listrik yang semestinya trip saat dialiri arus tertentu, malah terus disuplai arus. arus yang besar ini melewati kabel dan menimbulkan panas. panas tersebut boleh jadi merusak selubung kabel yang berfungsi mengisolasi konduktor di dalamnya. jika selubung kabel rusak, kemudian konduktor tegangan fase bersentuhan dengan konduktor tegangan netral dan terjadilah korsleting.
foto MCB di atas diambil dari http://www.lakewoodconferences.com/catalog/87/437/72362/mcb_l7.html
foto kebakaran di atas diambil dari http://www.pulauseribu.net/modules/news/article.php?storyid=958
BERSAMBUNG




0 comments:
Post a Comment