ada apa dengan perbaikan faktor daya part II

>> Monday, April 20, 2009

continued from part I

kasus I: jika arus dan tegangan adalah sefase (artinya tidak mempunyai selisih fase), yaitu pada resistor (dan beban resistif lainnya), perkalian tegangan dan arus akan menyatakan daya yang kita beri nama daya aktif, daya yang seluruhnya terpakai oleh beban, artinya energi terus-menerus dikirim oleh sumber dan dipakai seluruhnya oleh beban.^^
^^)dari sudut pandang matematis, kita melihat bahwa perkalian v dan i selalu bernilai positif (selama satu periode). maknanya secara fisis, seperti yang telah kita sebutkan, bahwa energi terus-menerus dikirim oleh sumber dan dipakai seluruhnya oleh beban.

kasus II: jika arus dan tegangan berbeda fase 90 derajat, yaitu pada kapasitor (atau -90 derajat pada induktor), perkalian tegangan dan arus akan menyatakan daya yang kita beri nama daya imajiner, daya yang tidak dipakai oleh beban (dalam hal ini kapasitor atau induktor). lalu apa yang sebenarnya terjadi? intinya, energi tidaklah terus-menerus dikirim oleh sumber, melainkan hanya selama setengah periode saja, di mana energi tersebut justru hanya disimpan (ketimbang dipakai) oleh beban, untuk kemudian dikembalikan ke sumber pada setegah periode berkutnya. jadi, secara netto, tidak ada daya yang dipakai.^^^
^^^)dari sudut pandang matematis, kita melihat bahwa perkalian v dan i bernilai positif untuk setegah periode dan bernilai negatif untuk setengah periode berikutnya. maknanya secara fisis, selama daya bernilai positif pada setengah periode pertama, energi dipasok oleh sumber ke beban untuk disimpan, sedangkan selama daya bernilai negatif pada setengah periode berikutnya, energi yang disimpan tadi dikembalikan ke sumber.

kasus III, jika arus dan tegangan berbeda fase antara 0 dan 90 derajat, yaitu pada beban kapasitif (atau antara 0 dan -90 derajat pada beban induktif), perkalian tegangan dan arus akan memiliki dua komponen sekaligus, yaitu daya aktif dan daya imajiner, artinya, sebagian energi akan terus menerus dipakai beban, sedangkan sebagian energi sisanya hanya disimpan sementara kemudian dikembalikan lagi.`
`)dari sudut pandang matematis, kita melihat bahwa perkalian v dan i benar-benar mengandung dua komponen, yang pertama selalu bernilai positif selama satu periode penuh, dan ini bersesuaian dengan daya aktif; yang kedua bernilai positif hanya pada separuh periode dan bernilai negatif pada separuh sisanya, dan ini bersesuaian dengan daya imajiner.

kita telah melihat pada ketiga kasus di atas, bahwa perkalian v dan i dapat mempunyai beragam kombinasi, daya aktif saja, daya imajiner saja, atau mengandung kedua-duanya. oleh karena itu, untuk memperumum keadaan ini, perkalian v dan i disebut sebagai daya kompleks. kemudian, dari sinilah muncul kebutuhan suatu parameter yang disebut faktor daya. faktor daya memberikan informasi kepada kita tentang berapa persen dari daya kompleks itu muncul sebgai daya aktif. maka menjadi jelas bagi kita bahwa pada kasus I, faktor daya adalah 1 (100% dari daya kompleks muncul sebagai daya aktif); pada kasus II, faktor daya adalah 0 (0% dari daya kompleks muncul sebagai daya aktif); pada kasus III, faktor daya bernilai antara 0 dan 1 (sekian persen dari daya kompleks muncul sebagai daya aktif)``.
``)lalu daya kompleks, imajiner, dan aktif dinyatakan dalam apa? watt? untuk membedakan apakah daya yang dimaksud adalah daya kompleks, imajiner, atau aktif, masing-masing dinyatakan dalam satuan yang berbeda. daya kompleks dalam VA (volt.ampere), daya imajiner dalam VAR (volt.ampere reaktif), daya aktif dalam W (watt). ketiganya setara dalam mendeskripsikan daya secara umum, tetapi berbeda dalam cara bagaimana daya itu dipakai, dan tentang ini tidaklah perlu penjelasan lebih jauh.

BERSAMBUNG

0 comments: