ada apa dengan perbaikan faktor daya part IV
>> Monday, April 20, 2009
contnued from part III
dilemakah ini? di satu sisi kita tidak memakai daya imajiner, tetapi di sisi lain kita membutuhkan perannya. jelas bahwa proporsi daya imajiner yang terlalu besar untuk daya kompleks yang dikirim, adalah hal yang buruk karena berarti semakin sedikit daya aktif atau energi yang kita dapatkan. namun, beruntungnya ini bukanlah suatu dilema. lho?
masih ingat bahwa daya imajiner muncul dalam dua keadaan? pertama adalah arus yang mendahului tegangan, kedua adalah tegangan yang mendahului arus. dua hal yang bertentangan, tetapi sama-sama dikaitkan dengan daya imajiner. aneh memang. namun, keanehan ini justru menjadi anugrah bagi kita. maksudnya? secara tidak langsung, kita dituntun pada kenyataan penting lainnya bahwa daya imajiner itu sendiri mempunyai dua bentuk, yang pertama adalah ketika arus mendahului tegangan, dan yang kedua ketika tegangan mendahului arus. lalu?
anggap bahwa kita sedang menghadapi dua rangkaian yang dikaitkan dengan adanya daya imajiner. yang pertama adalah rangkaian induktif. kita ingat bahwa pada rangkaian seperti itu, tegangan mendahului arus, dan katakanlah misalnya selisih fasenya adalah a. yang kedua adalah rangkaian kapasitif, di mana arus mendahului tegangan dengan selisih fase b. pertanyaannya adalah, apa yang akan terjadi jika kedua rangkaian itu digabung? manakah yang muncul terlebih dahulu, arus atau tegangan? mungkin mudah sekali ditebak bahwa selisih fase antara tegangan dan arus pada rangkaian gabungan tadi akan menjadi a-b. maka, nilai a-b bisa positif, negatif, atau nol, tergantung besar a dan b. jika bb, tegangan mendahului arus. jika a=b, arus dan tegangan menjadi sefase, yang berarti rangkaian gabungan itu tidak lagi bersifat kapasitif maupun induktif, melainkan telah menjadi rangkaian resistif! dan ternyata tebakan ini tidaklah salah.
tebakan yang terbukti benar di atas menyarankan bahwa daya imajiner yang dikaitkan dengan beban kapasitif cenderung saling meniadakan dengan daya imajiner yang dikaitkan dengan beban induktif. kita tidak mengatakan bahwa daya imajiner menjadi nol* ketika a=b, melainkan kita mengatakan bahwa daya imajiner telah terkompensasi. untuk menerangkan hal ini, kita menyebut bahwa induktor menarik daya imajiner, sedangkan kapasitor memberikan daya imajiner, sesuai dengan sifat salaing meniadakan tadi. mengapa "menarik" dan mengapa "memberikan", tidaklah begitu penting. yang perlu diingat adalah bahwa mereka saling meniadakan.
*)pada keadaan itu, medan listrik tetap ada di dalam kapasitor, begitu juga dengan medan magnet di dalam induktor. boleh dikatakan bahwa kapasitor "bermain lempar tangkap" energi listrik dengan induktor, artinya energi listrik yang tersimpan sebagai medan listrik di dalam kapasitor dikirim ke induktor untuk disimpan sebagai medan magnet, selanjutnya dari induktor dikembalikan lagi ke kapasitor, dan begitu seterusnya.
artinya kita tetap bisa menghadirkan peran daya imajiner, tetapi dengan mengkompensasinya, seolah-olah kita mendapati bahwa 100% dari daya kompleks muncul sebagai daya aktif. dan kita baru saja melakukan perbaikan faktor daya!
TAMAT




0 comments:
Post a Comment